Konflik Kebudayaan Indonesia

KONFLIK ACEH DAN JAWA

Berbagai  suku bangsa yang ada di Nusantara ini mempunyai banyak sekali keberagaman dan perbedaan, namun di Indonesia mempunyai Pancasila yang dijadikan sebagai landasan Ideologi bangsa Indonesia yang mempersatukan berbagai jenis perbedaan dan keberagaman suku bangsa yang ada di Nusantara ini. Salah satu suku bangsa yang ada di Nusantara ini yaitu suku bangsa Aceh dan suku bangsa Jawa.

Keberagaman suku bangsa yang ada tidak luput dari berbagai jenis konflik, meskipun konflik tersebut tidak murni disebabkan oleh perbedaan suku bangsa. Banyak konflik antar suku bangsa namun konflik tersebut tidak hanya disebabkan perbedaan suku bangsa saja namun bercabang hingga menyangkut sosial, ekonomi, budaya dan juga menyangkut program pemerataan pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah. Ketidakadilan program pemerataan pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah ini sering kali juga memicu timbulnya konflik, entah itu di cover oleh agama, ekonomi, dan juga di cover kebudayaan. Konflik yang sering terjadi itu memang tidak murni, selalu saja tercover oleh sub-sub konflik yang ada.

Salah satu konflik yang terjadi di Nusantara ini yaitu konflik antara suku bangsa Aceh dan suku bangsa Jawa. Pemicu konflik tersebut juga tidak murni karena perbedaan suku bangsa namun konflik tersebut juga dipicu oleh program pembangunan yang dilakukan oleh pemerintahan yang kurang adil dalam membagi program pembangunan tersebut. Dan juga lebih memilih satu bangsa sehingga suku bangsa yang lain merasa di anak tirikan oleh pemerintah. Itulah yang memicu suku bangsa Aceh yang tidak terima dengan program pemerintah yang selalu mengedepankan suku bangsa Jawa yang mana anggota pemerintahan tersebut memang lebih dominan dari suku bangsa Jawa, sehingga suku bangsa Aceh membenci suku bangsa Jawa. Suku bangsa Aceh merasa di anak tirikan karena tidak merasakan hasil dari perjungannya dalam membantu merebut kemerdekaan Indonesia dulu pada saat masih di jajah oleh Belanda. Masyarakat suku bangsa Aceh merasa sengsara dan tidak pernah diperdulikan oleh pemerintahan yang akhirnya mengakibatkan konflik antara suku bangsa Aceh dengan suku bangsa Jawa. 


A. Awal Mula Terjadinya Konflik

Awal mula terjadinya konflik suku Aceh dan suku Jawa bermula karena Kekecewaan orang-orang Aceh terhadap orang-orang Jawa karena orang Aceh merasa dikhianati dan didzalimi. Dewan menteri Republik Indonesia Serikat menyatakan bahwa Aceh bukan lagi sebuah provinsi. Keputusan pembubaran provinsi Aceh kemudian di umumkan oleh Perdana Menteri, M Natsir Semenjak saat itulah kebencian dan sentimennya masyarakat Aceh terhadap suku bangsa Jawa kembali muncul yang mana anggota dewan tersebut merupakan atau berasal dari suku bangsa Jawa jadi masyarakat Aceh semakin membenci suku bangsa Jawa. 

Kekecewaan orang-orang Aceh terhadap orang-orang Jawa semakin menjadi-jadi karena orang Aceh merasa dikhianati dan didzalimi oleh orang-orang Jawa. Puncak dari kekecewaan tersebut orang-orang Aceh membentuk sebuah gerakan sebagai wujud perlawanan dari masyarakat Aceh. Gerakan tersebut bernama ASLNF (Aceh Sumatera Liberation Front) atau yang sering disebut Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang diproklamirkan oleh Hasan Tiro pada tanggal 4 Desember 1976. Gerakan ini dibentuk atas inisiatif Hasan Tiro yang juga merupakan cicit dari pahlawan Aceh yakni tengku Chik Di Tiro.


Lanjutan.....

Isu-isu konflik yang ada di Aceh ini ada dua isu. Isu yang pertama, isu yang menjadi pemicu awal adanya konflik di Aceh serta terjadi pada masa Orde Baru yaitu isu Aceh yang ingin melepaskan diri dari Indonesia dan ingin berdiri sendiri sebagai sebuah negara yang merdeka tanpa ada campur tangan dari suku bangsa lainnya khususnya dari suku bangsa Jawa. Isu tersebut disuarakan oleh Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dengan mempertimbangkan serta melihat keadaan ketidakadilan pemerintahan pada masa Orde Baru tersebut. 

Bagi orang Aceh, NKRI adalah milik bangsa Jawa. Karena fakta politik dimasa orde baru etnis jawa mendominasi struktur pemerintahan. Gerakan Aceh Merdeka (GAM) membangun rasa benci pada masyarakat Aceh dengan memanfaatkan etnis, yaitu kebencian masyarakat etnis Aceh dengan etnis Jawa. Kebencian etnis Aceh dengan etnis Jawa yang merupakan musuh historis atau musuh dari zaman dulu sebelum adanya penjajahan Belanda. Hasan Tiro membangkitkan lagi sejarah dimana kerajaan Samudera Pasai di serang oleh kerajaan Majapahit, sehingga etnis Jawa telah masuk pada garis merah atas apa yang dirasakan oleh masyarakat etnis Aceh. Seiring berjalannya waktu, intensitas konflik bukannya semakin menurun tapi malah semakin meningkat. Intensitas perang antar etnis Aceh dengan etnis Jawa ini semakin meningkat.
 
Keinginan masyarakat Aceh untuk melepaskan diri dari Indonesia bukan hanya didukung oleh ketidakadilan pemerintah dalam melakukan proses pembangunan saja namun juga didukung oleh status wilayah. Masyarakat Aceh khususnya GAM beranggapan bahwa yang termasuk wilayah Indonesia adalah wilayah yang menjadi bekas jajahan Belanda pada kala itu. Sedangkan Aceh bukan termasuk dari bekas jajahan Belanda bahkan wilayah Aceh tidak pernah di jajah oleh Belanda, dan itu yang menyebabkan masyarakat Aceh yang di wakilkan oleh Gerakan Aceh.




Rangkuman  :

Konflik suku Aceh dengan suku Jawa terjadi akibatnya perbedaan pendapat dan ketidakadilannya pemerintahan pada masa orde baru. Suku Aceh protes kepada pemerintahan sebab ketidakrataan pembangunan khususnya di daerah Aceh dan hanya fokus pada pembangunan di Jawa. Dan pada akhirnya Aceh memutuskan untuk berperang dan hampir memisahkan diri dari Indonesia dan membentuk negara sendiri. Maka dari itu Aceh membuat Gerakan Aceh Merdeka atau bisa disebut GAM. 

Dan solusi dari penulis untuk menyelesaikan konflik tersebut, pertama, melalui Intervensi pihak ketiga. Dimana keputusan intervensi pihak ketiga nantinya final dan mengikat. Contoh adalah pengadilan. Kedua, Mediasi. Mediasi ini adalah cara penyelesaian konflik melalui pihak ketiga juga yang disebut sebagai mediator. Ketiga, Rokosialisasi. Proses penyelesaian konflik dengan transormasi sebelum konflik itu terjadi, dimana masyarakat pada saat itu hidup dengan damai.

Komentar

Postingan Populer