Konsep Layanan Manajemen dan Mengidentifikasi Layanan TI
Manajemen Layanan TI
Layanan Teknologi Informasi
Layanan TI adalah layanan yang disediakan oleh penyedia layanan TI yang dibentuk kombinasi kumpulan dari teknologi, manusia, proses dan informasi.
Pengelompokkan layanan TI ada 3 kriteria, yaitu :
- Hubungan antara penyedia layanan dengan pelanggan.
- Interaksi layanan dengan pengguna.
- Manfaat yang disediakan layanan bagi pelanggan.
Manajemen
Layanan TI atau IT
Service Management (ITSM) mengacu pada pelaksanaan dan pengelolaan
kualitas layanan TI yang memenuhi
kebutuhan bisnis. Manajemen
Layanan TI dilakukan
oleh penyedia layanan TI melalui kombinasi yang tepat dari teknologi, manusia, proses dan informasi.
Penyedia
layanan TI tidak bisa lagi hanya berfokus pada teknologi dan organisasi
internal mereka juga harus mempertimbangkan kualitas layanan yang mereka
berikan dan fokus pada hubungan dengan pelanggan. Adapun layanan TI, seperti :
- Layanan dalam
memberikan informasi kepada manajemen untuk mengambil keputusan.
- Layanan dalam memberikan data kepada setiap unit operasional untuk kegiatan transaksi bisnis.
- Layanan dalam menyalurkan pesan dari satu entitas ke entitas lainnya melalui media komunikasi elektronik.
- Layanan dalam memberikan informasi yang diperlukan oleh pelanggan internal maupun ekternal.
- Layanan dalam menyediakan teknologi untuk kegiatan administratif fungsional maupun strategis.
- Layanan dalam memastikan terjadinya kendali atau kontrol yang baik terhadap proses bisnis usaha.
Adapun contoh dari layanan TI, yaitu :
- Internet
- Search engine Google
- M-Banking
- Media Sosial
ITIL: Standar
Internasional Manajemen Pelayanan Teknologi Informasi
ITIL (Information
Technology Infrastructure Library) merupakan
kerangka best practice yang dapat dijadikan sebagai panduan dan referensi dalam
memastikan terwujudnya manajemen pelayanan teknologi informasi (IT Services
Management) yang prima dan handal.
Secara prinsip, ada 5
(lima) domain proses utama yang harus diperhatikan secara sungguh-sungguh dalam
memastikan terjadinya pelayanan berbasis teknologi informasi yang handal,
masing-masing adalah sebagai berikut:
- Service Strategy : Strategi ini
berisi bagaimana cara dan mekanisme yang digunakan oleh
seluruh pemangku kepentingan organisasi di dalam usahanya untuk memberikan
layanan yang baik.
- Service Design : Melalui desain
ini, diharapkan tercipta suatu lingkungan kondusif bagi divisi teknologi
informasi dalam memberikan layanan prima ke segenap individu, kelompok, dan
unit/divisi pengguna pada organisasi.
- Service Transition : Menggambarkan
bagaimana organisasi menjalankan perubahan menuju
rancangan lingkungan pelayanan yang diinginkan.
- Service Operation : Pengelolaan
pelayanan itu sendiri pada tahap operasionalnya akan
mendapatkan langsung manfaat dari keberadaan teknologi informasi dan komunikasi.
- Continual Service Improviment : Perlunya
dilakukan perbaikan terus menerus dari masa ke masa.
Portofolio Layanan
Portofolio layanan, yang memberikan pandangan manajemen-tingkat semua
layanan TI ketika mereka bergerak melalui siklus hidup layanan, adalah
sistem manajemen penting dalam ITIL.
Tujuan dari portofolio layanan adalah untuk memastikan ada metodologi yang efektif
untuk evaluasi investasi potensial. Setelah investasi yang telah
disepakati, tujuan SPM adalah untuk memastikan bahwa investasi tersebut
dikelola secara efektif di seluruh siklus hidup. Antara lain ini adalah
tentang memastikan pengaturan tata kelola yang tepat berada di tempat,
bahwa investasi dan kasus bisnis mereka dinilai ulang terhadap perubahan
kondisi baik di dalam dan di luar organisasi dan realisasi manfaat
dikelola dengan baik.
Manajemen katalog layanan menyediakan
dasar untuk manajemen layanan TI yang berfokus pada pelanggan, yang membantu
memastikan bahwa penawaran layanan TI selaras dengan kebutuhan bisnis. Hal ini
dilakukan dengan memberikan informasi yang jelas dan konsisten mengenai layanan
dalam bahasa yang akan dimengerti oleh pelanggan dan dalam format yang ingin
digunakan oleh pelanggan, sehingga memungkinkan dialog konstruktif tentang
layanan TI di mana semua pihak memiliki pemahaman bersama tentang apa yang
sedang dibicarakan. Melalui produksi dan
pemeliharaan katalog layanan teknis, menyediakan sumber informasi teknis yang
memungkinkan penyedia layanan TI untuk mengelola layanan secara lebih efektif.
Secara umum, manajemen katalog
layanan memiliki dua elemen:
- Desain awal dan pengembangan katalog layanan : konten dan strukturnya, hubungannya dengan sisa portofolio layanan, khususnya transfer layanan dari pipeline layanan, hubungan dengan database manajemen konfigurasi, proses, akuntabilitas dan tanggung jawab untuk menjaganya tetap terbaru, audit, dll.
- Manajemen berkelanjutan katalog layanan : mengelola informasi dalam katalog layanan untuk tetap up to date, lengkap dan akurat seiring perubahan lingkungan bisnis dan teknis, berkoordinasi dengan perubahan pada portofolio layanan lainnya dan database manajemen konfigurasi, mengelola ketersediaan, keamanan, dan kinerja.
Tujuan manajemen katalog layanan
adalah untuk membuat dan memelihara katalog layanan dari semua layanan yang
saat ini disampaikan atau siap dikirimkan oleh penyedia layanan TI. Manajemen
katalog layanan harus memastikan bahwa katalog layanan memenuhi fungsionalitas
yang disepakati, kegunaan, aksesibilitas, ketersediaan, dan persyaratan kinerja
semua orang yang perlu menggunakannya.
Tujuan manajemen katalog layanan
adalah:
- untuk mengelola informasi dalam katalog layanan, memastikan keakuratannya dalam hal karakteristik layanan langsung dan mereka yang dipersiapkan untuk operasi langsung sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan.
- untuk memastikan bahwa katalog layanan dapat diakses dengan tepat oleh pengguna yang berwenang.
- untuk memastikan bahwa ketergantungan dan antarmuka layanan akurat dan mendukung penggunaan katalog layanan oleh proses manajemen layanan lainnya.
Tingkatan Jasa Persetujuan
SLA (Service Level Agreement) merupakan kesepakatan antara penyedia jasa dan pengguna jasa mengenai tingkat/mutu layanan. SLA merupakan komponen kunci dari keseluruhan SLM (Service Level Management) suatu organisasi TI. Suatu SLA yang bagus sekaligus dapat berfungsi sebagai sarana komunikasi yang baik pula bagi perusahaan dalam menangani harapan masing-masing pihak seperti pihak bagian TI yang menjalankan pelayanan bagi pelanggan internal untuk bagian personalia. Apapun jenis SLA yang akan dikembangkan, harus mencakup lima bagian penting, yaitu deskripsi pelayanan, standarisasi pelayanan, durasi, peran dan tanggungjawab, dan kriteria evaluasi.
- Deskripsi Pelayanan
SLA harus mencantumkan jasa-jasa apa saja yang disediakan. Penyedia jasa biasanya akan menyediakan service catalog untuk mempermudah apa yang ingin mereka deskripsikan.
- Standarisasi Pelayanan
Suatu organisasi akan siap mempertimbangkan suatu standarisasi yang mencakup konsep-konsep seperti aksesibilitas, kehandalan, waktu respon dan resolusi. - Durasi
SLA harus menjelaskan kapan kesepakatan itu dimulai dan berakhir. Hal ini sangat penting karena menyangkut ketersediaan jasa yang diberikan dalam rentang waktu tertentu. Tanggal mulainya SLA memungkinkan anda untuk mulai memantau kinerja TI pada tanggal yang sudah ditentukan. - Kriteria Evaluasi
Sarana tujuan untuk menentukan sebaik apa organisasi TI anda bekerja.
Perjanjian Tingkat Operasional
Perjanjian tingkat operasional (operational level agreement) adalah kontrak yang menentukan bagaimana kelompok TI dalam
perusahaan berencana memberikan layanan atau rangkaian layanan. OLA dirancang untuk mengatasi dan
memecahkan masalah TI dengan menetapkan seperangkat kriteria tertentu dan
menentukan rangkaian layanan TI tertentu yang masing-masing departemen
bertanggung jawab.
Perjanjian tingkat operasional (OLA) mengartikan hubungan
saling membutuhkan dalam mendukung perjanjian tingkat
layanan
(SLA). Kesepakatan tersebut
menggambarkan tanggung jawab masing-masing kelompok pendukung internal terhadap
kelompok pendukung lainnya, termasuk proses dan kerangka waktu untuk
penyampaian layanan mereka.
Adapun tujuan perjanjian tingkat operasional :
- Menyajikan deskripsi dukungan internal dari penyedia layanan
yang jelas, ringkas dan terukur.
- Memastikan bahwa elemen dan komitmen
yang tepat tersedia untuk memberikan dukungan layanan dan penyampaian layanan
yang konsisten oleh Penyedia Layanan.
- Mendapatkan kesepakatan bersama untuk penyediaan layanan antar unit ITS.
- Memberikan referensi yang jelas tentang
kepemilikan, akuntabilitas, peran dan / atau tanggung jawab layanan. Persepsi
yang sesuai dengan ketentuan layanan yang diharapkan dengan dukungan dan
layanan aktual.
- Membantu memastikan bahwa kegiatan pendukung yang dilakukan oleh sejumlah komponen tim pendukung secara jelas disesuaikan untuk menyediakan SLA yang dimaksud.
Video Layanan Manajemen TI :
Credits :
https://arafarra17.blogspot.com/2017/06/sla-service-level-agreement-dan-ola.html
https://agusankle.wordpress.com/2018/03/31/macam-macam-layanan-sistem-informasi/
https://slideplayer.info/slide/14819017/Vera Darmali/Konsep Dasar Layanan Teknologi Informasi
https://jurnalfti.unmer.ac.id/index.php/senasif/article/view/261
https://adrivit.wordpress.com/2016/06/25/10-layanan-manajemen-portofolio/
https://www.motadata.com/id/what-is-it-service-management/
Komentar
Posting Komentar