Rangkuman Tugas Manajemen Layanan Sistem Informasi
Rangkuman Tugas Manajemen Layanan Sistem Informasi
A. Manajemen Tingkat Layanan
Manajemen tingkat layanan TI adalah bagian dari area manajemen layanan TI atau IT service management (ITSM). ITSM dapat didefinisikan sebagai serangkaian proses yang memungkinkan perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengontrolan penyediaan layanan TI.
Sedangkan manajemen tingkat layanan TI merupakan proses yang bertanggung jawab untuk menyetujui dan mendokumentasikan target tingkat layanan TI. Target tingkat layanan dibuat berdasarkan kesepakatan antara penyedia layanan TI dan pelanggan. Jika target sesuai dan secara akurat merepresentasikan kebutuhan bisnis, layanan TI yang diberikan akan selaras dengan kebutuhan bisnis dan memenuhi harapan pelanggan dan pengguna dalam hal kualitas layanan
tujuan proses manajemen tingkat layanan TI yaitu untuk menjamin bahwa tingkat layanan yang telah disetujui tersedia baik di saat sekarang maupun di masa mendatang. Manajemen tingkat layanan bertanggung jawab untuk mengatur portofolio layanan TI dari penyedia layanandan untuk memonitor dan melaporkan kinerja tingkat layanan serta untuk menetapkan kesepakatan dengan pelanggan.
Terdapat beberapa framework dan standar yang dapat digunakan sebagai acuan dalam penerapan manajemen tingkat layanan TI di organisasi, seperti Information Technology Infrastructure Library (ITIL), Control Objectives for Information and Related Technology (COBIT), ISO/EIC 20000, dan Enhanced Telecom Operation Map (eTOM).
B. Pelaporan Layanan
Pelaporan Layanan adalah proses yang berbeda dalam buku CSI edisi ITIL versi
sebelumnya; tapi, di yang baru Edisi 2011, diputuskan bahwa kegiatan
pelaporan terlalu penting untuk sebagian besar proses di Indonesia semua
tahapan siklus hidup dan tidak boleh ditangani sebagai satu proses
tunggal. Jadi, potongan-potongan Layanan Pelaporan dapat ditemukan di
semua proses, seperti dalam SLM, dan sebagai METODE dalam buku CSI ITIL,
bukan proses. Dalam Pelaporan Layanan ISO 20000 hanya memiliki lima
persyaratan, tetapi mereka agak menuntut, dan mereka semua masuk akal.
Manajemen Kapasitas ITIL adalah proses penting dalam Desain Layanan.
Dalam ISO 20000 dijelaskan dalam 6.5 oleh enam persyaratan, satu tentang
Rencana Kapasitas menjadi yang paling menuntut. ITIL menguraikan detail
tentang sumber daya, layanan, dan manajemen kapasitas bisnis.
C. Manajemen ketersediaan dan kontinuitas Layanan
Ketergantungan sebagian besar organisasi pada sistem TI mereka
sedemikian rupa sehingga hilangnya aplikasi atau infrastruktur utama
dapat menyebabkan perusahaan gagal dalam beberapa hari jika tidak lebih
awal. Karena itu, organisasi perlu merencanakan bagaimana mereka akan
memulihkan sistem kunci mereka dalam skala waktu yang tepat jika terjadi
kegagalan. Ini adalah fokus dari proses manajemen kontinuitas layanan
TI (ITSCM).
Tujuan dari ITSCM adalah untuk mendukung manajemen keberlanjutan bisnis
dengan memastikan bahwa sumber daya TI, sistem dan layanan dapat
dipulihkan dalam kesepakatan skala waktu jika terjadi insiden besar. Ini
dicapai dengan menciptakan dan memelihara fasilitas yang diperlukan dan
kemampuan pemulihan. Dan tujuan dari proses tersebut adalah :
- untuk membuat dan memelihara rencana kesinambungan layanan TI dan rencana pemulihan;
- untuk melaksanakan latihan analisis dampak bisnis reguler (BIA) untuk memastikan bahwa rencana tetap selaras dengan perubahan kebutuhan bisnis;
- untuk melakukan analisis risiko dan latihan manajemen secara teratur untuk menentukan potensi kegagalan dan mengidentifikasi serta menerapkan respons yang tepat memenuhi target kesinambungan bisnis yang disepakati;
- untuk menilai dampak perubahan dan mengambil tindakan yang tepat untuk terus memberikan tingkat perlindungan yang dibutuhkan;
- untuk memastikan bahwa kontrak dan perjanjian pihak ketiga yang sesuai masuk
Reference :
https://yuharariskiyah.wordpress.com/2018/07/01/tugas-3-rangkuman-buku-it-service-management-part-2/
https://itgid.org/menerapkan-iso-20000-atau-itil/
Komentar
Posting Komentar