Pertentangan sosial dan integrasi masyarakat
Pertentangan sosial dan integrasi masyarakat
Pertentangan Sosial
Pertentangan sosial adalah suatu konflik yang timbul akibat adanya faktor-faktor sosial. Pertentangan sosial merupakan salah satu akibat dari penyimpangan norma yang ada di masyarakat dan pertentangan ini dapat terjadi di kehidupan bermasyarakat, contohnya seperti tawuran antara pelajar, peperangan antar suku dan juga kekerasan dalam rumah tangga.
Faktor dan
ciri pertentangan sosial
faktor-faktor
yang mempengaruhi
pertentangan
sosial ,yaitu
sebagai berikut
:
- Adanya rasa tidak puas dengan perlakuan atau tindakan yang diterima dan diberikan oleh orang lain
- Adanya adu domba diantara masyarakat, kelompok, atau di dalam pemerintahan sekalipun
- Timbulnya rasa iri satu sama lain
Solusi atau cara pemecahan masalah
- Elimination :yaitu pengunduran dari salah satu pihak yang terlibat dalam konflik atau pertentangan.
- Subjugation atau domination : orang atau pihak yang mempunyai kekuatan terbesar dapat memaksa orang atau pihak lain untuk mentaati.
- Majority Rule : suara terbanyak yang ditentukan dengan voting akan menentukan keputusan, tanpa mempertimbangkan argumentasi.
- Minority Consent : kelompok mayoritas yang memenangkan, namun kelompo kminoritas tidak merasa dikalahkan dari menerima keputusan serta kesepakatan untuk melakukan kegiatan bersama.
- Compromise : kedua atau semua kelompok yang terlibat dalam pertentangan berusaha mencari dan mendapatkan jalan tengah.
- Integration : pendapat-pendapat yang bertentangan didiskusikan, dipertimbangkan kembali sampai tercapai suatu keputusan yang memuaskan bagi semua pihak.
Integrasi Masyarakat
Integrasi adalah suatu keadaan dimana kelompok-kelopok beradaptasi dan bersikap komformitas (suatu jenis pengaruh sosial ketika seseorang mengubah sikap dan tingkah laku mereka agar sesuai dengan norma sosial yang ada) terhadap kebudayaan masyarakat banyak, namun masih tetap mempertahankan kebudayaan mereka masing-masing.
Bentuk
Integrasi
- Asimilasi : pembaruan kebudayaan yang disertai ciri khas kebudayaan asli.
- Akulturasi :penerimaan sebagai unsur-unsur asing tanpa menghilangkan kebudayaan asli, misalnya sekaten, akulturasi antara kebudayaan Jawa, Islam dan Hindu.
Faktor Pendorong Integrasi
- Faktor internal : kesadaran diri sebagai makhluk sosial, tuntutan kebutuhan, jiwa dan semangat gotong royong
- Faktor external : tuntutan perkembangan zaman, persamaan kebudayaan, terbukanya kesempatan berpatisipasi dalam kehidupan, persamaan visi,misi, dan tujuan, sikaptoleransi, adanya konsensus nilai, adanya tantangan dari luar
- Homogenitas kelompok : dalam masyarakat yang kemajemukannya rendah suatu integrasi sosial akan mudah dicapai
- Besar kecilnya kelompok : dalam kelompok kecil integrasinya lebih mudah
- Mobilitas geografis : adaptasi sangat diperlukan mempercepat integrasi
- Efektivitas komunikasi : komunikasi yang efektif yang akan mempercepat integrasi
- Integrasi antara dua hati : integrasi antara masyarakat atau beberapa kelompok individu
Integrasi Sosial
Integrasi sosial adalah
proses penyesuaian unsur-unsur yang berbeda dalam masyarakat menjadi satu
kesatuan. Unsur yang berbeda tersebut meliputi perbedaan kedudukan sosial, ras,
etnik, agama, bahasa, nilai, dan norma.
Syarat Terjadinya Integrasi Sosial
Syarat
terjadinya integrasi sosial antara lain:
- Anggota masyarakat merasa bahwa mereka berhasil saling mengisi kebutuhan mereka.
- Masyarakat berhasil menciptakan kesepakatan bersama mengenai norma dan nilai sosial yang dilestarikan dan dijadikan pedoman.
- Nilai dan norma berlaku lama dan tidak berubah serta dijalankan secara konsisten.
Integrasi Nasional
Adalah penyatuan bagian-bagian yang berbeda dari suatu masyarakat menjadi suatu keseluruhan yang lebih utuh atau memadukan masyarakat-masyarakat kecil yang banyak jumlahnya menjadi suatu bangsa. Selain itu dapat pula diartikan bahwa integrasi bangsa merupakan kemampuan pemerintah yang semakin meningkat untuk menerapkan kekuasaannya di seluruh wilayah
Integrasi Internasional
merupakan masalah yang dialami semua negara di dunia. Yang menjadikannya berbeda adalah bentuk permasalahan yang dihadapinya. Integrasi diselesaikan sesuai dengan kondisi negara yang bersangkutan, dapat dengan jalan kekerasan atau strategi politik yang lebih lunak.
Masalah Integrasi Internasional
Beberapa
masalah integrasi internasional, antara lain:
- perbedaan ideologi
- kondisi masyarakat yang majemuk
- masalah teritorial daerah yang berjarak cukup jauh
- pertumbuhan partai politik
Thanks To :

Komentar
Posting Komentar