individu, Keluarga, dan Masyarakat
Fungsi Keluarga
A. Fungsi Keluarga
Fungsi utama keluarga adalah sebagai wahana untuk mendidik, mengasuh, dan mensosialisasikan anak, mengembangkan seluruh anggotanya agar dapat menjalankan fungsinya di masyarakat dengan baik
Pengertian keluarga menurut para ahli :
Keluarga merupakan perkumpulan dua orang atau lebih individu yang hidup bersama dalam keterikatan, emosional dan setiap individu memiliki peran masing-masing yang merupakan bagian dari keluarga (Fatimah, 2010).
Menurut Mubarak (2009) keluarga adalah perkumpulan dua atau lebih individu yang terikat oleh hubungan perkawinan, hubungan darah, ataupun adopsi, dan setiap anggota keluarga saling berinteraksi satu dengan lainnya.
Sedangkan menurut UU No. 52 Tahun 2009, mendifinisikan keluarga sebagai unit terkecil dari masyarakat yang terdiri dari suami istri dan anaknya, atau ayah dan anaknya, atau ibu dan anaknya (Wirdhana et al., 2012).
Keluarga merupakan lingkungan yang pertama dan utama bagi perkembangan individu, karena sejak kecil anak tumbuh dan berkembang dalam lingkungan keluarga. Karena itulah peranan orang tua menjadi amat sentral dan sangat besar bagi pertumbuhan dan perkembangan anak,baik itu secara langsung maupun tidak langsung (Ariani, 2009).
B. Bentuk Keluarga
Terdapat beberapa tipe atau bentuk keluarga diantaranya
- Keluarga inti (nuclear family), yaitu keluarga yang terdiri dari ayah, ibu, dan anak yang diperoleh dari keturunan atau adopsi maupun keduanya.
- Keluarga besar (ekstended family), yaitu keluarga inti ditambah dengan sanak saudaranya, misalnya kakek, nenek, keponakan, paman, bibi, saudara sepupu, dan lain sebagainya.
- Keluarga bentukan kembali (dyadic family), yaitu keluarga baru yang terbentuk dari pasangan yang telah bercerai atau kehilangan pasangannya.
- Orang tua tunggal (single parent family), yaitu keluarga yang terdiri dari salah satu orang tua baik pria maupun wanita dengan anak-anaknya akibat dari perceraian atau ditinggal oleh pasangannya.
- Ibu dengan anak tanpa perkawinan (the unmarried teenage mother).
- Orang dewasa (laki-laki atau perempuan) yang tinggal sendiri tanpa pernah menikah (the single adult living alone).
- Keluarga dengan anak tanpa pernikahan sebelumnya (the nonmarital heterosexual cohabiting family) atau keluarga kabitas (cohabition).
- Keluarga berkomposisi (composite) yaitu keluarga yang perkawinannya berpoligami dan hidup secara bersama-sama.
C. 8 Fungsi Keluarga Menurut BKKBN (Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional)
1. Fungsi Agama
Keluarga menjadi tempat dimana nilai agama diberikan, diajarkan, dan
dipraktikkan. Disini, orangtua berperan menanamkan nilai agama sekaligus
memberi identitas agama kepada anak. Keluarga yang berhasil menerapkan
nilai-nilai agama melalui contoh dalam kehidupan sehari-hari mampu
memberikan fondasi yang kuat bagi setiap anggota keluarganya.
2. Fungsi Kasih Sayang
Sejak bayi dilahirkan, sejak itu pula ia mengenal kasih sayang.
Perasaan disayangi sangat penting bagi seorang anak, karena kelak ia
akan tumbuh menjadi seseorang yang mampu menyayangi pula. Hal ini akan
menjadi modal bagi semua anggota keluarga untuk menumbuhkan rasa kasih
sayang dalam konteks yang lebih luas dan mampu mengurangi munculnya
bibit permusuhan dan anarkisme dalam masyarakat.
3. Fungsi Perlindungan
Idealnya, keluarga mampu menjadi tempat yang membuat anggotanya
merasa aman dan tentram. Karena itu, seburuk apapun konflik yang terjadi
di dalam keluarga, hindari terjadinya tindak kekerasan verbal maupun
fisik, diskriminasi, dan pemaksaan kehendak.
4. Fungsi Sosial Budaya
Keluarga juga punya peran penting dalam memperkenalkan anak kepada
nilai-nilai sosial budaya yang ada di masyarakat. Terlebih lagi di
Indonesia, sopan santun sangat dijunjung tinggi, dengan berbagai macam
norma, adat istiadat, dan budi pekerti yang berlaku di masyarakat. Dari
anggota keluarga yang lebih tua lah anak bisa belajar bagaimana harus
bersikap terhadap orang yang lebih tua dan mempelajari hal-hal yang
pantas dan tidak pantas dalam budayanya.
5. Fungsi Reproduksi
Salah satu tujuan sebagian besar umat manusia untuk berkeluarga
adalah untuk mendapatkan keturunan. Melalui pernikahan yang sah,
keluarga menjadi entitas yang mampu menghasilkan generasi penerus
bangsa. Pendidikan seks sejak dini dan sikap menghargai lawan jenis
perlu ditanamkan dalam keluarga.
6. Fungsi Sosialisasi dan Pendidikan
Keluarga menjadi tempat pertama seorang anak belajar bersosialisasi
dengan orang lain, yaitu orangtua dan saudara-saudaranya. Di dalam
keluarga pula proses pendidikan untuk pertama kalinya diterima oleh
anak.
7. Fungsi Ekonomi
Kondisi ekonomi sebuah keluarga biasanya mempengaruhi keharmonisan
keluarga. Karena itu, mengajarkan anak untuk berhemat dan menumbuhkan
jiwa wirausaha akan membuat mereka kelak dapat cerdas secara finansial.
8. Fungsi Pembinaan Lingkungan
Gaya hidup ramah lingkungan dapat terwujud jika ditanamkan sejak dini
dalam keluarga. Begitu juga dengan kebiasaan peduli dengan lingkungan
sekitar seperti tetangga dan masyarakat secara umum. Tanamkan sifat cinta lingkungan, tidak memboroskan listrik, air
bersih, makanan, juga membiasakan untuk membuang sampah pada tempatnya
sedari dini, karena hanya dari alam lah kita dapat hidup.
Thanks To :
Komentar
Posting Komentar